Yuk, Intip "Itinerary" Liburan "Antimainstream" Di Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Yogyakarta adalah kota yang selalu dirindukan pelancong. Ada segudang aktivitas yang bisa dilakukan mulai dari pusat kota sampai deretan kabupaten penuh destinasi wisata alam.

Banyak pelancong yang mendaulat Yogyakarta sebagai destinasi mainstream. Eits, siapa bilang?

Pada 14-16 Oktober 2016 lalu, KompasTravel menggelar acara “Take Me Anywhere 2” dengan tujuan Yogyakarta. Sebanyak 10 peserta diajak mengunjungi beragam destinasi antimainstream dan berwisata adrenalin.

Mereka semua sepakat, Yogyakarta memang tidak ada habisnya untuk dieksplorasi. Mau tahu itinerary “Take Me Anywhere 2” yang membekas di hati masing-masing peserta? Simak pemaparannya berikut ini.

HARI 1

Soto Kadipiro

Rombongan tiba di Yogyakarta sekitar pukul 06.30 WIB. Dijemput langsung oleh operator tur Jogja Geowisata, rombongan langsung bertolak ke Soto Kadipiro yang berlokasi di depan Jogja Expo Center.

Soto Kadipiro punya banyak cabang di Yogyakarta. Semangkuk soto disajikan dengan aneka makanan pendamping, dari tempe bacem hingga ayam goreng. Harga seporsi soto pun ramah di kantong, tidak sampai Rp 15.000.

Kebun Buah Mangunan

Didapuk sebagai “tempat selfie paling hits di Yogyakarta”, Kebun Buah Mangunan wajib masuk dalam itinerary. Terdapat sebuah area di mana Anda bisa berfoto dengan latar Sungai Elo yang meliuk di kejauhan. Lanskap alam Yogyakarta sangat terlihat dari sini.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Di dekat Kebun Buah Mangunan terdapat spot baru untuk selfie sekaligus menyaksikan panorama matahari terbit. Namanya Jurang Tembelan, yang secara administratif terletak di Dukuh Kanigoro.

Tepat di jalan masuk Kebun Buah Mangunan, terdapat satu spot antimainstream untuk berfoto. Namanya Jurang Tembelan, dengan pemandangan bagai negeri di atas awan.

BACA JUGA: Jurang Tembelan, Spot “Selfie” Baru di Kebun Buah Mangunan Yogya

Hutan Pinus Mangunan

Di dekat Kebun Buah Mangunan, terdapat Hutan Pinus Mangunan yang juga sangat fotogenik. Di hutan pinus ini, Anda bisa menyewa hammock untuk bersantai dan berfoto ria.

Meski ramai, area hutan pinus ini sangat luas. Tinggal berjalan kaki lebih dalam, Anda akan menemukan spot privat yang tidak dilalui banyak orang.

BACA JUGA: Berangan-angan di Hutan Pinus Mangunan

Sandboarding di Gumuk Pasir 

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki lanskap alam yang istimewa. Gumuk Pasir Parangkusumo yang terletak di Kabupaten Bantul merupakan satu-satunya gumuk pasir di Asia Tenggara. Oleh karena itu jika Anda berkunjung ke Yogyakarta, sandboarding di Gumuk Pasir adalah aktivitas yang tak boleh terlewat.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Di sini, wisatawan bisa menyewa papan untuk sandboarding dengan harga Rp 70.000 untuk main sepuasnya.

Dengan Rp 70.000, Anda bisa sandboarding sepuasnya di Gumuk Pasir Parangkusumo. Anda juga akan ditemani guide yang akan mengajarkan tata cara sandboarding.

BACA JUGA: Gumuk Pasir Barchan dan Parangkusumo, Apa Bedanya?

HARI 2

Embung Nglanggeran

Di Kabupaten Gunungkidul, terdapat satu danau buatan di atas bukit dengan pemandangan memukau. Embung Nglanggeran, begitu nama danaunya, terletak di kaki Gunung Api Purba Nglanggeran. Danau ini sengaja dibuat sebagai sumber air untuk Kebun Buah Mangunan.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Panorama matahari terbit di Embung Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Waktu terbaik untuk menyambangi Embung Nglanggeran adalah pagi atau sore hari. Semburat matahari terbit dari ufuk timur akan menjadi angle foto yang keren. Saat sunset, beberapa lampu di Embung Nglanggeran akan menyala sehingga panorama pun semakin spektakuler. 

BACA JUGA: Berburu Matahari Terbit di Embung Nglanggeran

Cave tubing di Kalisuci

Masih di Kabupaten Gunungkidul, Anda bisa cave tubing di Sungai Kalisuci. Cave tubing di sini, Anda akan diajak melintasi goa yang terbentuk ribuan tahun lalu.

Serunya lagi, Anda akan diajak melintasi beberapa jeram. Jangan khawatir soal keamanan, karena tiap peserta akan dipinjamkan life jacket, helm, juga pelindung tangan dan kaki.

BACA JUGA: Seluruh Peserta “Take Me Anywhere 2” Setuju, Cave Tubing Kalisuci Seru!

Tebing Breksi

Bertolak ke Kabupaten Sleman, terdapat sebuah tebing yang dulu menjadi pusat penambangan batu breksi. Tebing Breksi, begitu namanya, kini menjadi tempat wisata yang populer dan nyeni

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Dua orang peserta Take Me Anywhere 2 berpose selfie bersama di Taman Tebing Breksi, Yogyakarta, Sabtu (15/10/2016).

Di bagian dinding tebing terdapat beberapa ukiran raksasa yang dibuat oleh seniman lokal. Tebing ini hanya terletak sekitar dua kilometer dari Candi Ijo.

BACA JUGA: Taman Tebing Breksi, Bekas Tambang yang Kini “Hit” di Yogyakarta

HARI 3

Merapi Lava Tour

Para petualang sejati tak boleh ketinggalan mencoba Merapi Lava Tour. Menggunakan mobil 4WD, Anda akan diajak menyusuri bekas aliran lahar sejak Gunung Merapi terakhir meletus. 

Merapi Lava Tour tersedia dalam tiga durasi yakni short, medium, dan long. Durasi short memakan waktu sekitar 1,5 jam. Anda juga akan dibawa ke Museum Sisa Hartaku juga Bunker Kaliadem.

Tugu Chocolate

Selain bakpia, cokelat juga jadi buah tangan yang tepat dari Yogyakarta. Untuk melihat proses pembuatan serta belanja cokelat khas Yogyakarta, datanglah ke Tugu Chocolate yang berlokasi di Kotagede.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Pertama, tiap peserta mengenakan sarung tangan plastik agar proses pembuatan cokelat tetap higienis. Mereka pun diberikan cokelat cair berwarna pink untuk tulisan hiasan pada cetakan.

Tugu Chocolate beralamat di Jalan Tegal Gendu No 31, Prenggan, Kotagede. Bahan baku cokelatnya berasal dari Kabupaten Gunungkidul. Cokelat tersedia dalam beragam rasa, dari dark chocolate hingga aneka praline.

BACA JUGA: Serunya Membuat Cokelat di Cokelat Tugu Yogyakarta

Jendela Jogja

Lupakan sejenak beberapa toko mainstream untuk membeli oleh-oleh khas Yogyakarta. Di Jalan Gedong Kuning, Kabupaten Bantul, terdapat sebuah toko oleh-oleh yang lengkap dan nyaman.

Jendela Jogja, begitu nama toko tersebut. Anda bisa belanja batik, baju, pernak-pernik, hingga makanan khas Yogyakarta. Di lantai atas Jendela Jogja, terdapat kafe untuk santai sore. Anda juga bisa mencicipi gudeg nikmat di bagian depan toko.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/27/150700127/yuk.intip.itinerary.liburan.antimainstream.di.yogyakarta

Leave a Reply