Seoul Terus Berdandan Sambut Wisatawan Muslim

SEOUL, KOMPAS.com – Beberapa negara di dunia mulai sadar akan potensi wisata umat Muslim. Banyak negara yang terus meningkatkan infrastruktur dan fasilitas untuk mempermudah perjalanan wisatawan Muslim. Tak terkecuali Korea Selatan.

KompasTravel diundang oleh Korea Tourism Organization (KTO) untuk merasakan kemudahan berwisata bagi umat Muslim di Korea Selatan. KompasTravel mengunjungi beberapa destinasi di Korsel lewat Halal Restaurant Week Fam Tour dari 13-18 November 2016.

Enam hari perjalanan semakin mengukuhkan bahwa Seoul sudah siap dengan kedatangan wisatawan Muslim. Cukup banyak alternatif pilihan untuk restoran halal, fasilitas untuk beribadah, dan yang paling penting adalah toleransi dari masyarakat sendiri. 

Beberapa tempat perbelanjaan yang KompasTravel sambangi menyediakan musala seperti di COEX Mall, Lotte World, K-Style hub, Korean Folk Village di Yongin, dan area wisata di Nami Island.

Banyak restoran halal terdapat di daerah Itaewon, dekat Seoul Central Mosque yang merupakan masjid terbesar di Seoul.

Kompas.com/Silvita Agmasari Makan, restoran halal di Itaewon, Korea Selatan.

Korea Muslim Federation juga mengeluarkan sertifikasi halal bagi restoran yang menjual makanan halal. Hal tersebut nampak dari plakat di luar restoran. Alternatif lainnya, ada restoran dengan Self Certified Restaurant yang dikelola oleh penjual muslim dan menjual makanan halal.

Selebihnya adalah Muslim Friendly Restaurant yang menjual makanan halal namun bisa menjual minuman beralkohol. Terakhir adalah pork free, restoran yang tak menjual hidangan berbahan babi. Empat kategori tersebut tercatat di buku panduan Halal Restaurant Week.

Terlebih lagi, masyarakat Seoul juga sudah terbuka dengan wisatawan Muslim. Tak ada perlakuan yang berbeda kepada wisatawan yang menggunakan atribut keagamaan seperti hijab.

Kompas.com/Silvita Agmasari Hidangan khas Korea Halal di restoran Makan, Seoul, Korea Selatan.

“Menurut saya sebagai tour planner, Seoul sudah masuk kategori siap dengan wisatawan Muslim meskipun masih banyak yang harus diperbaiki dan ditambahkan. Sudah ada KMF (Korea Muslim Federation) dengan website sebagai acuan untuk individual muslim traveler dan group tour. Ada agen perjalanan lokal yang menyediakan permintaan tur Muslim lengkap dengan request makanan halal atau Muslim friendly. Juga ada prayer room untuk salat jama’ dzuhur dan ashar,” kata Limyuhan Vivie selaku owner Villa Tours & Travel yang ikut serta dalam Halal Restaurant Week Fam Tour.

Serupa dengan Vivie, Muhammad Ridwan Rifai dari Umrah & Haji Manager ESQ, dan Blogger Ayu Galuh yang juga ikut serta dalam perjalanan yang sama mengatakan Korea Selatan saat ini sedang berusaha untuk menggaet wisatawan Muslim. Hal itu tampak jelas dari tersedianya restoran halal, ruang ibadah, dan kemudahan akses informasi untuk perjalanan halal. 

“Walaupun masih perlu ada pembenahan,” kata Ayu. Misalnya, Vivie menyebutkan ketersediaan wudhu di ruang ibadah. 

Kompas.com/Silvita Agmasari Ruang ibadah untuk umat muslim di COEX Mall, Gangnam, Seoul.

Wisatawan Indonesia sepertinya semakin berminat untuk berkunjung ke Korea Selatan. Data dari KTO menyebutkan 132.024 wisatawan Indonesia berkunjung ke Korea Selatan selama semester pertama tahun 2016. Jumlah tersebut naik 37,5 persen dari kunjungan wisatawan Indonesia semester pertama tahun lalu. Bisa jadi, angka tersebut akan semakin meningkat mengingat Korsel terus berbenah agar nyaman bagi wisatawan Muslim.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/11/22/071000227/seoul.terus.berdandan.sambut.wisatawan.muslim

Leave a Reply