Rela Antre Lama Demi "Cheesetart", Apa Istimewanya?

KOMPAS.com — Sebuah gerai asal Jepang baru-baru ini buka di mal Gandaria City, Jakarta. Kue yang dijual di gerai bernama Pablo itu ternyata begitu digemari orang Indonesia. Buktinya, sejak resmi dibuka pada Kamis (17/11/2016), antrean panjang kerap terjadi di depan gerai Pablo.

Kue cheesetart menjadi andalan Pablo. Di Jepang sendiri ada beberapa merek cheesetart ternama, salah satunya Pablo. Pendirinya, Masamitsu Sakimoto, berharap memiliki toko kue dengan antrean panjang.

Harapannya terwujud karena sejak lima tahun lalu, saat toko pertamanya di Osaka buka, antrean panjang terjadi. Kini, hal yang sama terjadi di gerai pertamanya di Indonesia. Antrean terlihat panjang hingga setiap pembeli perlu waktu sekitar satu jam untuk membeli cheesetart.

(Baca juga: Pablo, “Cheesetart” Populer dari Jepang Kini Hadir di Jakarta)

Di Pablo, cheesetart yang dijual tersedia dalam dua ukuran. Rasa yang bisa dibeli adalah orisinal, matcha, dan cokelat. Namun, apa yang menjadi keistimewaan cheesetart ini?

Menurut Sakimoto, cheesetart Pablo memiliki tekstur yang lembut sehingga terkesan meleleh di lidah. “Kalau sekali makan, pasti kaget dengan rasa dan teksturnya,” kata Sakimoto pada acara temu media sebelum pembukaan Pablo, Rabu (16/11/2016) lalu.

Cheesetart gaya Jepang ini populer tidak hanya di Jepang, tetapi seluruh dunia. Jika dipanggang, isian cheesetart, yaitu cheese custard, biasanya menjadi padat.

Di sinilah letak perbedaannya. Cheesetart yang populer di Jepang umumnya memiliki tekstur cheese custard yang lembut cenderung seperti cairan kental, mirip seperti mousse.

Di gerai-gerai Pablo di Jepang, pembeli bisa memilih tingkat kematangan seperti memesan steak. Di Indonesia, dan Pablo di luar Jepang, standar yang berlaku adalah medium rare.

Hasilnya adalah kulit tart yang garing berpadu dengan cheese custard yang meleleh. Saat dipotong, cheese custard seakan tumpah. Jika tak terampil, potongan akan terkesan berantakan.

Cheesetart sendiri terdiri dari kulit tart yang diberi cheese custard. Kulit tart ini seperti kulit pai. Bedanya, kalau kulit pai umumnya menutupi hingga bagian atas kue, kulit tart hanya di bagian bawah.

Cheesetart ya seperti cheesecake saja, bedanya cheesetart memakai kulit tart di bawahnya,” kata Sakimoto.

Custard sendiri biasanya menggunakan bahan utama berupa susu atau krim dan telur. Sementara itu cheesetart umumnya terdiri dari krim keju dan tambahan keju lainnya, telur, dan bahan lainnya. Di Pablo sendiri resep tersebut sangat dijaga ketat.

Namun, Sakimoto menjamin rasa dan kualitas Pablo di Indonesia sama dengan yang di Jepang. Sebab, pihaknya memakai bahan-bahan yang didatangkan dari Jepang, serta peralatan memasaknya, misalnya alat pemanggang.

Cheesetart jenis ini paling enak disantap selagi masih hangat. Namun jika masih sisa, cheesetart bisa dimasukkan ke dalam kulkas. Teksturnya akan berubah seperti makan puding.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/11/28/121924627/rela.antre.lama.demi.cheesetart.apa.istimewanya.

Leave a Reply