Pengendara Di Bawah Umur Sumbang Ribuan Kecelakaan

Jakarta, KompasOtomotif – Faktanya, masih banyak pengendara sepeda motor dan mobil di Indonesia dikendalikan oleh anak di bawah umur. Masalah ini kerap diabaikan oleh keluarga, dalam hal ini orang tua sebagai sosok yang seharusnya melindungi anak, bukan justru menjerumuskannya ke kondisi jalan yang berbahaya.

Boro-boro SIM, ada juga mereka yang mengendarai kendaraan bermotor belum punya Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan ini masalah.

Buktinya, jika melihat dari golongan pengemudi di jalan, kelompok anak usia di bawah umur ternyata juga berkontribusi atas jumlah angka kecelakaan. Jumlahnya juga tidak bisa disepelekan, mencapai ribuan anak di bawah umur meninggal dunia setiap tahun di jalan.

“Pengendara dengan rentang usia tersebut, menyumbang 5 persen sebagai pelaku kecelakaan. Jika dihitung angka totalnya, setiap tahun, setidaknya rata-rata ada 4.000-an anak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas jalan,“ ujar Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) kepada KompasOtomotif, Kamis (6/10/2016).

Edo melanjutkan, sementara itu, terkait dengan korban kecelakaan, yang usianya masih di bawah umur (15 tahun ke bawah) sumbangannya masih besar. Pada periode yang sama, 2011 sampai 2015, kontribusinya mencapai 18 persen, dari total kecelakaan.

“Bila rujukannya adalah korban kecelakaan lalu lintas jalan, dapat dilihat bahwa dalam rentang lima tahun terakhir, yakni 2011-2015, kontribusi korban kecelakaan usia 15 tahun ke bawah mencapai sekitar 18 persen dari total korban kecelakaan di Indonesia. Angka itu lebih besar dibandingkan rentang usia 50 tahun ke atas,” ujar Edo.

Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2016/10/10/070100015/pengendara.di.bawah.umur.sumbang.ribuan.kecelakaan

Leave a Reply