Lawan Pemain China, Harus Siap "Capek"

PARIS, Kompas.com – Tunggal putra Jonatan Christie akan menghadapi pemain Tiongkok, Shi Yuqi di perempatfinal turnamen French Open Super Series 2016, Jumat (28/10/2016).

Beda hasil diperoleh dua tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, di babak dua French Open Super Series 2016. Jonatan berhasil lolos, sementara Anthony terpaksa menghentikan langkahnya di Stade Pierre de Coubertin.

Jonatan melaju setelah mengalahkan Rajiv Ouseph, Inggris, 21-12 dan 21-12. Ini merupakan kemenangan kedua Jonatan dari Ouseph. Sebelumnya di Malaysia Open 2016 lalu, Jonatan juga menang dari Ouseph.

“Tadi saya coba main enjoy, lepas dan all out, gimana caranya harus fokus. Semuanya bisa berjalan. Tapi di gim kedua saat unggul 15-3, saya sempat hilang konsentrasinya, sampai terkejar 15-12. Tapi saya akhirnya bisa merubah pikiran saya lagi untuk mengatasi lawan,” jelas Jonatan.

“Saya sempat hilang fokusnya saat unggul 15-3. Saya mikirnya masih jauh, tapi pas poin semakin mepet, mikirnya jadi makin keras,” kata Jonatan.

Di perempat final Jonatan akan berhadapan dengan Tiongkok, Shi Yuqi. Jonatan punya sejarah pertemuan yang baik dengan Shi. Dua kali bertemu, dua kali pula Jonatan bisa memenangkan pertandingan.

Terakhir mereka berhadapan di Malaysia Masters 2016. Saat itu Jonatan menang dengan 21-17 dan 21-12. iap lawan pemain Tiongkok, harus siap capek. Lawan pemain Tiongkok mana pun, fisiknya harus benar-benar siap. Selain itu pukulan juga harus menang dan lebih mengolah strategi main,” ujar Jonatan.

Jonatan menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang tersisa. Anthony yang juga main di babak dua, terpaksa kalah dari Jan O Jorgensen, unggulan tiga asal Denmark.

Di gim pertama, Anthony sebenarnya punya peluang untuk menang. Ia unggul 20-19 dari Jan O. Sayang di poin kritis tersebut, Anthony tak bisa mempertahankan keunggulannya. Anthony kalah 20-22 dan 15-21.

“Di gim pertama saya sempat mepet-mepet poinnya, terus bisa menyusul. Sebenarnya sudah tahu pola permainan dia, tapi dianya lebih berani buat menekan saya di lapangan. Dan ketika saya nerima drive-drive dari Jan O, saya yang kurang tenang,” kata Anthony.

“Saya unggul 20-19 di game pertama, tapi ternyata dia lebih berani spekulasi mainnya. Saya yang tidak siap,” ujar Anthony.

Sumber:

http://olahraga.kompas.com/read/2016/10/28/08423031/lawan.pemain.china.harus.siap.capek.

Leave a Reply