Gorontalo Galakkan Pariwisata Bahari Berbasis Konservasi

GORONTALO, KOMPAS.com – Pariwisata bahari berbasis konservasi sedang digalakkan di Provinsi Gorontalo. Salah satunya adalah eksotika bawah laut dan pulau-pulau kecil yang ada di pesisir utara dan selatan provinsi ini.

Terdapat 123 pulau kecil dan pantai yang panjangnya 900 km di Gorontalo. Ini merupakan potensi pariwisata yang luar biasa. Pulau tersebut memiliki keunikan sebagai bagian dari kawasan Wallacea yang yang terkenal di dunia.

“Dari 123 pulau, hanya 6 pulau yang sudah dipromosikan dan dimanfaatkan untuk pariwisata,” kata Sutrisno, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Jumat (25/11/2016).

Pulau kecil yang sudah dikemas dalam promosi wisata adalah Pulau Saronde dan Diyonumo, Mohinggito, di Gorontalo Utara, Pulau Cinta dan Bitila di Kabupaten Boalemo, Pulau Torosiaje di Pohuwato.

(BACA: Gorontalo Targetkan 1.000 Wisatawan ke Pulo Cinta)

Kawasan pulau kecil dan laut yang sudah diidentfikasi memiliki potensi parwisata tersebut sudah ditetapkan sebagai daerah konservasi oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Penetapan ini juga menyangkut pengembangan zonasi, untuk pariwisata bahari, zona inti untuk konservasi.

“Kita membuka akses wisata namun juga melindungi kawasan inti untuk konservasi,” kata Sutrisno.

Ciri pulau-pulau kecil di Gorontalo ini memiliki bukit-bukit yang tinggi, habitat satwa khas dan endemik. Sementara di bawah permukaan lautnya banyak tutupan terumbu karang yang masih sehat. Karang ini adalah rumah bagi berbagai spesies ikan dan satwa laut lainnya.

KOMPAS.com/ROSYID AZHAR Anak-anak nelayan bercanda dengan hiu paus di pantai Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Sementara itu Kepala Seksi Pengembangan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Deddy Kasim menambahkan kawasan pulau dan pesisisr yang sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata juga sudah memiliki kekuatan hukum sebagai kawasan konservasi oleh bupati.

“Pulau Mohinggito, Saronde, Bugisa, dan Lampu itu dalam satu kawasan konservasi yang sudah ditetapkan Bupati Gorontalo Utara. Demikian juga pesisir Biluhu di Kabupaten Gorontalo dan Kawasan Olele di Kabupaten Bone Bolango. Itu belum termasuk Pulau Popaya, Mas dan Raja yang sudah menjadi kawasan cagar alam,” kata Deddy Kasim.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/11/26/073300227/gorontalo.galakkan.pariwisata.bahari.berbasis.konservasi

Leave a Reply