Dua Pemuda Krayan Ini Memelopori "Save The Borneo Forest"

NUNUKAN, KOMPAS.com – Adanya informasi bahwa ada jalan darat yang dibuka oleh perusahaan kayu dengan menggunakan alat berat ekskavator sudah tembus dari Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara menuju daerah perbatasan membuat Novrianto dan Jovial,  pemuda kelahiran Kecamatan Krayan penasaran dan gundah.

Kecamatan Krayan merupakan satu-satunya daerah terpencil di wilayah perbatasan Kalimantan Utara yang hanya bisa dikunjungi dengan menggunakan moda transportasi pesawat udara.

Di satu sisi adanya akses jalan ke Krayan memudahkan warga mendapatkan kebutuhan pokok di wilayah NKRI, namun di sisi lainnya bayang-bayang kerusakan hutan perawan Kalimantan yang selama ini menghasilkan oksigen yang didistribusikan hampir ke seluruh dunia terus membayangi tidur mereka.

“Saya dapat informasi ada 3 warga Krayan yang bisa tembus ke Krayan dengan menggunakan motor dari Malinau. Kawan saya yang sekarang tinggal di Bandung penasaran, lalu kita sepakat untuk mencoba melalui jalur tersebut,” ujar Novrianto, Minggu (6/11/2016).

Untuk mewujudkan keinginan meretas hutan yang 30 persennya masuk di kawasan TNKM Kayan Mentarang tersebut, mereka membutuhkan motor yang tangguh menghadapi medan ekstrem.

Mereka harus merogoh kocek hingga Rp 25 juta untuk merombak motor Shogun dan Jupiter King yang biasa mereka gunakan. Mereka merombak penampilan kedua tunggangan yang biasa digunakan dalam kota tersebut menjadi motor off-road yang mampu melampui semua jenis rintangan di dalam hutan dengan jarak tempuh sekitar 200 kilometer tersebut.

Dari ukuran ban motor bagian depan mereka menggunakan ukuran 18 inchi dengan ban untuk off-road, gear belakang juga mereka naikkan ukurannya. Shockbreaker juga diubah dengan menggunakan shockbreaker motor RX king.

Tak lupa mereka juga membawa sparepart untuk berjaga-jaga karena medan yang mereka tempuh adalah hutan belantara. ”Kita pilih motor bebek karena rendah, kaki kita sampai sehingga lebih mudah pengendaliannya,” kata Novrianto.

Persiapan motor beres, mereka mencari moment yang bisa melibatkan warga terkait aksi mereka untuk menyelamatkan hutan di wilayah perbatasan tersebut.

Akhirnya mereka memilih moment peringatan HUT ke-71 RI. Alasannya setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI, masyarakat Krayan menggelar pertandingan bola sebulan penuh. Bahkan perayaan tersebut dilakukan warga Krayan sejak puluhan tahun lalu dengan mengundang kesebelasan dari negara Malaysia.

Mereka berharap aksi penyelamatan hutan sebagai jantung dunia akan membuat warga Krayan ikut tergugah dan ikut berpartisipasi.

Tanggal 12 Agustus, kedua pemuda kelahiran Krayan tersebut berangkat pulang kampung melalui jalur darat. Dari Pulau Nunukan mereka menggunakan perahu jungkung ke Sungai Ular yang merupakan wilayah Nunukan daratan yang menyatu dengan Pulau Kalimantan.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/11/07/124400627/dua.pemuda.krayan.ini.memelopori.save.the.borneo.forest.

Leave a Reply